Membiasakan Anak Sikat Gigi

Pada usia bayiku 7-9 bulan, disaat dia sudah mengenal susu formula, di lidahnya sering terlihat putih. Sepertinya itu adalah sisa susu nya di malam hari. Bila ini dibiarkan terus tentunya akan mengganggu si bayi karena putih nya itu akan terlihat tebal. Sebenarnya bayi bisa diberikan air putih setelah dia minum susu, namun untuk kondisi di malam hari yang sangat mengantuk bagi sang ibu untuk memberikan air putih lagi setelah minum susu maka keesokan harinya sisa air susu tadi akan terlihat menebal di lidahnya.

Untuk menghilangkan sisa susu tadi, biasanya di pagi hari sebelum mandi lidahnya aku bersihkan dengan baby finger toothbrush dengan bulu sikat yang halus tanpa menggunakan pasta gigi. Sediakan air putih di mangkok kemudian masukkan baby finger ke jari telunjuk lalu bersihkan perlahan-lahan ke seluruh lidah ataupun giginya yang mungkin satu atau dua sudah tumbuh bila bulu sikat sudah penuh dengan kotoran cuci bulunya ke dalam air yang ada di mangkok begitu seterusnya sampai bersih. Ciptakan suasana sikat gigi yang menyenangkan sehingga si bayi merasa ini merupakan kebiasaan yang menyenangkan.

Setelah si bayi berumur 1 tahun yang sudah mengkonsumsi berbagai makanan dan camilan tentunya dengan kebiasaan membersihkan gigi dengan baby finger toothbrush sudah bisa digantikan dengan baby toothbrush tentu saja dengan bulu sikat yang lembut serta kepala sikat yang kecil sehingga tidak sakit bila masuk ke mulut si kecil. Biasakan dengan menggunakan sikat gigi ini diawali tanpa menggunakan pasta terlebih dahulu. Setelah dia merasa nyaman boleh menggunakan sedikit pasta gigi anak . Untuk si kecilku aku menggunakan pasta gigi dari Zwi***l karena aman bila tertelan safe if swallowed. Tersedia berbagai rasa tergantung si kecil menyukai rasa yang mana.

Aku berusahan menciptakan kebiasaan menyikat gigi sedini mungkin agar si kecil terjaga kesehatan gigi dan gusinya. Gigi anak putih bersih dan sehat tentu dambaan sang ibu.

Leave a comment »

Tes Mantoux…???

Bila anak anda kurus, berat badan tidak naik-naik, sering sakit, dokter anda mungkin pernah menyarankan untuk dilakukan tes mantoux. Apa sih tes mantoux itu?

Tes mantoux adalah serangkaian tes untuk mendeteksi/mengetahui adanya infeksi kuman Tuberkulosis (TBC). Tes ini sudah lama dikenal, tetapi hingga saat ini masih mempunyai nilai diagnostic yang tinggi terutama pada anak dengan sensitivitas dan spesifisitas di atas 90 %.

Tes mantoux dilakukan dengan cara menyuntikkan tuberkulin ( suatu komponen protein kuman TBC yang mempunyai sifat antigenic yang kuat) ke dalam lapisan kulit lengan bawah seseorang. Pembacaan dilakukan 48-72 jam setelah penyuntikkan. Makanya disebut juga dengan tes tuberkulin. Tuberkulin bila disuntikkan ke dalam lapisan kulit seseorang yang telah terinfeksi TBC akan menimbulkan reaksi di kulit tersebut berupa bentol kemerahan (indurasi) setelah 48-72 jam kemudian.

Yang diukur adalah diameter bentol (indurasi) bukan kemerahan yang terjadi setelah penyuntikkan. Apabila diameter indurasi 0-4 mm dinyatakan negatif. Bila diameter 5-9 dinyatakan positif meragukan, karena dapat disebabkan oleh infeksi kuman M.atipik atau karena anak pernah diimunisasi BCG.

Untuk hasil yang meragukan ini,jika perlu diulang. Untuk menghindari efek dari penyuntikan sebelumnya (efek booster), ulangan dilakukan 2 minggu kemudian.

Diameter indurasi ≥ 15 mm dinyatakan postif tanpa melihat status BCG pasien. Pada anak balita yang telah mendapat BCG, diameter indurasi 10-15 mm masih mungkin diseabkan oleh BCGnya selain oleh infeksi kuman TBC. Sedangkan bila ukuran indurasi ≥ 15 mm hasil positif ini lebih mungkin karena infeksi kuman TBC dibandingkan karena akibat imunisasi BCGnya.

Pengaruh BCG terhadap reaksi positif tuberkulin paling lambat berlangsung hingga 5 tahun setelah penyuntikan. Jadi bila membaca hasil tes mantoux pada anak-anak di atas usia 5 tahun faktor BCG dapat diabaikan.

Read the rest of this entry »

Leave a comment »

KMS Online

Ga sengaja pas waktu browsing nemuin aplikasi ini tadinya sih ga begitu di perhatikan eh ternyata pas  diliat dan diperhatikan lagi kayanya aplikasinya boleh juga tuh untuk membantu kita para orang tua yang ingin mengetahui Status Gizi bayi dan balita apalagi aku punya balita dirumah (itung-itung sebagai alat kontrol). Menurut yang mpunya aplikasi sih basis datanya sudah berdasarkan standar KMS (Kartu Menuju Sehat) yang sekarang beredar di masyarakat, bayi dan balita diukur berdasarkan umur dan berat badan, dari situlah bisa diketahui status gizi bayi dan balita, jadwal imunisasi, anjuran pemberian makanan,tahap perkembangan dan rangsangan perkembangan untuk bayi dan balita.

Read the rest of this entry »

Comments (1) »

Tak Terasa

Tak terasa anak ku Keyla Azka Kireina dah 1 tahun lebih… lagi lucu-lucunya…gak abis pikir dah segede ini lagi… liat ja deh tingkahnya seperti apa.

Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Batuk pada Anak Part 2

Anak-anak dapat mengalami 6-12 infeksi saluran pernapasan (ISPA) dalam setahun, umumnya disertai batuk. Pada sebagian besar anak, batuk akan berhenti dengan sendirinya dalam 1-3 minggu, walaupun kadang dapat lebih lama. Secara umum, jika seorang anak mengalami batuk setiap hari selama lebih dari 3 minggu, beberapa kemungkinan penyebab selain ISPA harus dipertimbangkan:

  • Anak mungkin memiliki kelainan pada saluran pernapasannya, misal: tracheo-esophageal fistula (adanya saluran penghubung antara trakea/saluran napas dan kerongkongan/saluran makan).
  • Benda asing yang tersangkut di saluran napas merupakan kemungkinan penyebab lainnya, terutama pada batita.
  • Asma atau rinitis kronis (reaksi peradangan hidung yang terus menerus berlangsung).
  • Merokok atau faktor psikologis dapat menjadi penyebab batuk kronis pada remaja.

Perlu diingat bahwa batuk dengan banyak dahak tidak umum ditemui pada anak-anak dan perlu diteliti penyebabnya.

Read the rest of this entry »

Leave a comment »