Bila anak anda kurus, berat badan tidak naik-naik, sering sakit, dokter anda mungkin pernah menyarankan untuk dilakukan tes mantoux. Apa sih tes mantoux itu?
Tes mantoux adalah serangkaian tes untuk mendeteksi/mengetahui adanya infeksi kuman Tuberkulosis (TBC). Tes ini sudah lama dikenal, tetapi hingga saat ini masih mempunyai nilai diagnostic yang tinggi terutama pada anak dengan sensitivitas dan spesifisitas di atas 90 %.
Tes mantoux dilakukan dengan cara menyuntikkan tuberkulin ( suatu komponen protein kuman TBC yang mempunyai sifat antigenic yang kuat) ke dalam lapisan kulit lengan bawah seseorang. Pembacaan dilakukan 48-72 jam setelah penyuntikkan. Makanya disebut juga dengan tes tuberkulin. Tuberkulin bila disuntikkan ke dalam lapisan kulit seseorang yang telah terinfeksi TBC akan menimbulkan reaksi di kulit tersebut berupa bentol kemerahan (indurasi) setelah 48-72 jam kemudian.
Yang diukur adalah diameter bentol (indurasi) bukan kemerahan yang terjadi setelah penyuntikkan. Apabila diameter indurasi 0-4 mm dinyatakan negatif. Bila diameter 5-9 dinyatakan positif meragukan, karena dapat disebabkan oleh infeksi kuman M.atipik atau karena anak pernah diimunisasi BCG.
Untuk hasil yang meragukan ini,jika perlu diulang. Untuk menghindari efek dari penyuntikan sebelumnya (efek booster), ulangan dilakukan 2 minggu kemudian.
Diameter indurasi ≥ 15 mm dinyatakan postif tanpa melihat status BCG pasien. Pada anak balita yang telah mendapat BCG, diameter indurasi 10-15 mm masih mungkin diseabkan oleh BCGnya selain oleh infeksi kuman TBC. Sedangkan bila ukuran indurasi ≥ 15 mm hasil positif ini lebih mungkin karena infeksi kuman TBC dibandingkan karena akibat imunisasi BCGnya.
Pengaruh BCG terhadap reaksi positif tuberkulin paling lambat berlangsung hingga 5 tahun setelah penyuntikan. Jadi bila membaca hasil tes mantoux pada anak-anak di atas usia 5 tahun faktor BCG dapat diabaikan.


